Penafian?Penyangkalan?Pendustaan?Penasaran? kesemua ini telah dilihat keterserlahan di fikiran dan air muka si Cengkih. "SHUT UP!", "WHAT THE HECK".. adalah ungkapan seharian yang tidak pernah lekang dari bibir Cengkih lebih-lebih lagi apabila karipapanas acapkali menyentuh perihal si pria-pria pujangga yang sering bermain di fikirannya. ( kami tahu apa yang difikirkan. usahlah dinafikan lagi..aduhai Cengkih ) sebelum beredar dengan lebih jauh lagi mendalam. marilah kita berkenalan dengan pria-pria yang telah membuatkan Cengkih berada di dalam kedilemaannya.
== Fahri yang Menawan- tinggi penuh gaya
- tak gantang tapi comel..sedap mata memandang
- beriman?? tak pasti pula
- gaya jalan persis seorang model
- gaya penuh romantis
- single di pertengahan highway
== Tomyam Tersodap di Narathilok
- dia tidak memerlukan payung untuk melindungi dirinya tapi dia hanya memerlukan topi suci ( kopiah..muahahahahahaha )
- cahaya keimanan memenuhi seluruh mukanya. berseri-seri pada mereka yang memandang
- Cengkih tidak perlu mendongak untuk memandangnya
- beriman?? 100%
- paling sesuai untuk dijadikan calon suami mithali..aminnnn
- otaknya bergeliga seperti dolphin si pintar
kedua-duanya memiliki sifat lelaki sejati yang menjadi idaman si Cengkih.
Dilema ini bermula tatkala Cengkih terpandang wajah bersih Tomyam sedangkan pada masa itu, hatinya sudah terpaut pada Fahri.
Saban hari, hatinya berbolak-balik dan gundah gulana seperti semut tersepit di celah kayu memikirkan kesulitan memilih dua pria untuk menjadi suria di hatinya.
Saat terpandangkan Fahri, Cengkih menjadi tidak keruan. Hatinya seperti telah terkena panahan Dewa Cinta yang menyebarkan virus cinta terhadapnya.
Alangkah terkesimanya Cengkih apabila melihat Tomyam bergelak ketawa dgn Si Bulat Comel. Lebih mengejutkan, apabila Cengkih mengetahui bahawasanya Tomyam bersahabat baik dengan Si Bulat Comel (mulutnya ternganga bagai tidak percaya).
Namun begitu terasa sesuatu yang aneh di jiwa di saat hatinya berada di dalam konflik seakan-akan hatinya telah beralih arah. ( adoyaiii Cengkih... )
Apabila usikan dianjurkan kepada Cengkih perihal si Fahri dan Tomyam, dia menyukainya tetapi pada masa yang sama karipapanas menjadi mangsa. Karipapanas dihujani dengan kata-kata "Shut up!" dan "What tha Heck" seperti Hiroshima dan Nagasaki dihujani bom atom.
Taik telinga kami sudah makin menebal mendengar perkataan-perkataan yang kurang manis itu tapi kami tahu jauh di sudut hati Cengkih, dia menyukai usikan-usikan itu.Biarlah rahsia.
Keputusan kini berada di tapak tangan kecil Cengkih: di antara Si pria gantang Fahri dan pria manis Tomyam. Akhirnya, Cengkih di kala ini ingin mencari konklusi untuk mencari kesudahan untuk dilema yang kian mencengkam dirinya yang makin kusut lagi serabut bagaikan serabut si sabut kelapa tua tatkala memikirkan pria-pria yang datang dari Thailand dan Jakarta.. Yang mana satu pilihan di kalbu?? jeng..je..jeng...
milik siapakah hati Cengkih ini
hatinya lembut bagaikan sutera
ingin dia rasa dimiliki
apakan terdaya
adakah kan terdaya
milik siapakah hati Cengkih ini
bagai berkurun lama kesepian
ingin dia mencurahkan kasih
kepada yang sudi
adakah si dia sudi
lama telah dia impikan
jejaka sepertinya
mengisi taman hati
dengan cahya kasih
lama telah dia impikan
jejaka sepertinya
mengisi taman hati
dengan cahya kasih suci...
siapakah jejaka yang Cengkih idam...
Maafkan kami Cengkih..maafkan kamiiiiiiiiiiiiiii....!!!!!!